Safari Maulid Nabi Ranting NU di Masjid Al-Amin Sidarjo, Catat Tanda Cinta Allah Kepada Rasulullah SAW.
Wonogiri–Ratusan umat Islam di wilayah Pokoh Kidul menghadiri Safari Maulid Nabi Ranting NU Desa Pokoh Kidul, Sabtu (30/8/2025), di Masjid Al-Amin Sidarjo. Agenda itu menghadirkan Kiyai Asori Al-Hafidz syuriah MWC Kecamatan Wonogiri.
Ketua Takmir Masjid Al-Amin Sidarjo, Triyanto menyampaikan terima kasih atas kehadiran jamaah dalam Safari Maulid Nabi Ranting NU Pokoh Kidul. Ketua Takmir Masjid Al-Amin mengapresiasi Pengurus UPZIS yang telah berhasil dengan persentase 80 persen menyatukan sedulur desa Pokoh Kidul melalui kegiatan ini.
Ketua Ranting NU Pokoh Kidul, Suratmin Aziz mengucapkan terima kasih kepada pengurus RW, RT dan Takmir Masjid Al-Amin beserta donatur atas terselenggaranya acara ini.
“Semoga dengan safari maulid ini kita mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW,” ujar Suratmin.
Pada mauidhoh hasanahya, Kiyai Asori Al-Hafidz menyampaikannya tanda cinta Allah kepada nabi Muhammad SAW dalam kitab al-Hawi lil Fatawi karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi. Pada kitab tersebut beliau menjelaskan tanda cinta Allah kepada nabi Muhammad ditulisnya nama muhammad pada dinding, pintu dan ars dengan kalimat Laa ilaha illallah Muhammadurrasulullah. Bahkan Nabi Adam melihat nama tersebut pada saat nabi Adam diciptakan, imbuh beliau.
Dalam riwayat lain tanda cinta Allah pada nabi, diringankannya siksa paman Nabi setiap hari senin, karena gembira menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW dan karena memerdekakan budak bernama Tsuwaibah saat Nabi lahir.
Melalui majelis sholawat ini, Kiyai Asori Al-Hafidz mengajak untuk mencintai nabi seperti Tsauban bin Bujdud, seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang berasal dari Persia, yang dulunya adalah budak yang kemudian dibeli dan dimerdekakan oleh Nabi Muhammad. Ia sangat mencintai dan setia melayani Nabi, hingga merasa kesepian dan khawatir jika tidak bisa berjumpa dengan Nabi di surga. Atas kekhawatiran Tsauban bin Bujdud maka Allah turunkan surat An-Nisa 69 :
وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ فَاُولٰۤىِٕكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيّٖنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاۤءِ وَالصّٰلِحِيْنَۚ وَحَسُنَ اُولٰۤىِٕكَ رَفِيْقًا ٦٩
Siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nabi Muhammad), mereka itulah orang-orang yang (akan dikumpulkan) bersama orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
Kisah ini termaktub dalam kitab Durratun Nashihin, imbuhnya.
