Safari Maulid Nabi Ranting NU Pokoh Kidul Hadirkan Tema “Reresik Ati” Bersama Kyai Ahans Mahabie, M.Ss Pengasuh Ponpes Hanacaraka

Safari Maulid Nabi Ranting NU di Masjid Hayatul Islam Pengkol, Catat Tujuan Hidup Reresik Ati Ingkang Gersang.

Wonogiri–Ratusan umat Islam di wilayah Pokoh Kidul menghadiri Safari Maulid Nabi Ranting NU Desa Pokoh Kidul, Sabtu (23/8/2025), di Masjid Hayatul Islam Pengkol. Agenda itu menghadirkan Kyai Ahans Mahabie, M.Ss pengasuh Ponpes Hanacaraka

Ketua Takmir Masjid Hayatul Islam, Kasdi menyampaikan terima kasih atas kehadiran jamaah dalam Safari Maulid Nabi Ranting NU Pokoh Kidul. Ketua Takmir Masjid Hayatul Islam juga mengajak jamaah untuk menjaga persatuan antar jamaah baik antara Nahdliyin dan Muhammadiyah.

Ketua Ranting NU Pokoh Kidul, Suratmin Aziz mengucapkan terima kasih kepada pengurus RW, RT dan Takmir Masjid Hayatul Islam atas terselenggaranya acara ini yang begitu meriah.

“Safari Maulid Nabi ini sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW,” ujar Suratmin.

Ketua Ranting Nu Pokoh Kidul juga mengajak jamaah untuk berinfak melalui kotak koin NU. Infak dari jamaah kita kelola dengan baik melalui program-program yang kita buat, dari jamaah kembali ke jamaah, imbuhnya.

Pada mauidhoh hasanahya, Kyai Ahans Mahabie, M.Ss mengingatkan tujuan hidup kita adalah reresik Ati yang gersang. Salah satu cara membersihkan hati yang gersang dengan mendengarkan kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW dalam kitab Barzanji, yang dilantunkan oleh group rebana ikhlas hati.

Kyai Ahans Mahabie, M.Ss menyampaikan tahapan iman dan makrifat dalam mengenal Allah SWT.

Pertama, iman taklid. Keimanan ini didasarkan pada ucapan orang lain (ulama biasanya) tanpa memahami dalilnya.

Kedua, iman ilmu atau ilmul yaqin. Keimanan ini didasarkan pada pemahaman aqidah berikut dalil-dalilnya.

Ketiga, iman ‘iyan atau ainul yaqin. Dengan keimanan ini seseorang mengetahui Allah (makrifatullah) dengan jalan pengawasan batin.

Keempat, iman haq atau haqqul yaqin. Dengan keimanan ini, seseorang memandang Allah melalui batinnya. Ini yang dibilang oleh para ulama bahwa “arif (orang dengan derajat makrifat) memandang Tuhannya pada segala sesuatu.

Kelima, iman hakikat. Dengan keimanan ini, orang menjadi lenyap karena Allah dan dimabuk oleh cinta kepada-Nya. Ia tidak menyaksikan apapun selain Allah.

Keenam, iman pada tingkat maqam baqa. Dengan keimanan ini, seseorang memandang Allah dan makhluk-Nya sekaligus tanpa terkecoh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *