Safari Maulid Nabi Ranting NU di Al-Wahab Norogo, Catat pentingnya mengikuti kebiasaan Nabi.
Wonogiri–Ratusan umat Islam di wilayah Pokoh Kidul menghadiri Safari Maulid Nabi Ranting NU Desa Pokoh Kidul, Sabtu (27/9/2025), di Masjid Al-Al-Wahab Norogo. Agenda itu dimeriahkan penampilan Grup Rebana Ikhlas Hati.
Ketua Takmir Masjid Al-Wahab Norogo, Sutimin menyampaikan terima kasih atas kehadiran jamaah dalam Safari Maulid Nabi Ranting NU Pokoh Kidul. Ketua Takmir Masjid Al-Wahab Norogo juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran pengurus RW, RT, Karangtaruna dan Donatur menyukseskan acara safari maulid Ranting NU Pokoh Kidul.
Ketua Ranting NU Pokoh Kidul, Suratmin Aziz menuturkan Safari Maulid Nabi yang delapan ini merupakan implementasi dari kotak Koin NU, walau sedikit jika kita kumpulkan bisa menjadi banyak dan barokah.
“Safari Maulid Nabi ini sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad Saw,” ujar Suratmin.
Ketua Ranting Nu Pokoh Kidul juga mentasyarufkan bantuan operasional Muslimat dengan nominal tiga juta rupiah. Harapannya bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dan menjadikan berkah buat semua.
Pada mauidhoh hasanahya, Kyai Ahans Mahabie, M.Ss mengajak jamaah untuk menjadi orang sholeh. Orang sholeh yang hari ini lebih baik dari kemarin, hari besok lebih baik dari sekarang. Untuk menjadi sholeh tentunya kita mengikuti ajaran Nabi Muhammad yang diwariskan pada sahabat nabi diteruskan oleh para ulama, bahkan termasuk takmir masjid dan Guru TPA.
Melalui majelis ilmu ini Kyai Ahans Mahabie, M.Ss mengajak kita mengikuti perintah Allah dalam mendidik anak dan menjaga orang tua kita. Dalam semarak pengajian Kyai Ahans Mahabie, M.Ss melantunkan sebuah lagu yang diikuti jamaahnya, berikut lirik yang dilantunkan beliau.
“Sing Cilik Dikeloni”
“Sing Enom dikemuli”
“Sing Tuo Diopeni”
jo lali ojo lali iku dawuhe gusti, ayo podo dilakoni.
Melalui lirik lagu yang dilantunkan beliau menjelaskan maksud arti lirik lagu tersebut. Sing Cilik diopeni memiliki makna anak sebelum baligh dimasukkan dalam TPA sebagai bentuk mendidik anak kita sejak dini. Jika sudah berusia 7 tahun diajak sholat kelak jika sudah dewasa sudah terbiasa untuk sholat. Sing Enom dikemuli memiliki makna bahwa anak ketika beranjak dewasa diberikan kebebasan untuk berfikir dan berekspresi. Sing Tuo Diopeni memiliki makna bahwasanya orang tua akan menjadi seperti anak kecil, maka kita harus bersabar dalam merawat orang tua.
Pada majelis sholawat ini, Kyai Ahans Mahabie, M.Ss juga menyampaikan kebiasaan nabi terhadap sesorang yang dilanda musibah sakit. Adab beliau terhadap orang sakit antara lain :
- Mendoakan orang sakit
- Memotivasi dengan mengingatkan amalan yang sudah dikerjakan orang tersebut dan diajak untuk mengamalkan lagi ketika sehat.
- Meminta doa dari orang yang sakit sehingga secara psikologis tumbuh semangat untuk sembuh lagi.
- Namun apabila orang tersebut mengalami sakit menahun dan berkepanjangan maka mintalah doa yang terbaik untuk orang tersebut.
- Apabila orang tersebut meninggal maka antarlah jenazah tersebut ke kuburan
- Bertakziah selamah 3 hari dan diberikan motivasi
